Wednesday, 20 November 2013

Sepenggal

ketika sesuatu yang kau harap datang
biarkan dia terbentang dalam heningnya malam
ketika sesuatu yang kau benci pergi
biarkan kebaikanmu mengiringinya
karna semua tak kan menjadi satu satunya yang ada
semua saling melengkapi
biarkan berlalu
biarkan berganti
biarkan semua pada jalannya masing masing
kau hanya kau tak kan menjadi aku

Tuesday, 5 November 2013

Sepenggal

batu itu tetap batu
tanah itu tetap tanah
bagaimana pun bumi berputar
benda apapun tidak akan berganti
kecuali sifat
ketika cinta, benci, senang, sedih datang
semua akan berubah
dan ketika semua berjalan sesuai waktunya
kelak kau akan temukan sesuatu berharga
tentang hidup, pendewasaan akan sifatmu

Thursday, 24 October 2013

Sepenggal

dan hujan membawa irama
hati pun ikut bersenandung
rintik jatuh deras tiada reda
dengan tegas dan lantangnya
sautan denting tak kunjung henti
aku pun berlari dan menari
dengan bebas serta riangnya
mengikuti senandung dalam hati

Wednesday, 23 October 2013

Quote

hei people!
hidup itu tempat kamu berpijak. jangan takut buat berdiri dari setiap masalah yang datang. cepat atau lambat, masalah itu pasti selesai. jangan kurung diri kamu untuk mencari tau hal apa yang bisa kamu lakuin. mulai buka langkah kecil sampai akhirnya kamu bisa berlari dan dapetin apa yang kamu mau.

*EME*

Tuesday, 22 October 2013

perkenalan itu berlanjut #1

   Perkenalan itu berlanjut! Aku yang sedang sibuk membolak balik novel karangan Lauren Oliver terkejut atas se-bouquet bunga lily putih yang menutup pandanganku pada buku ini. ‘Lily putih?’, lalu dengan perlahan aku melihat sesosok tangan yang menyodorkan dan kudapati Ron tersenyum manis kepadaku. Aku heran dan memutar dalam otak, ‘Lily putih itu lambang kehormatan, cinta yang suci dan setia. Ada apa dengan orang ini?’ Dia Ron, seorang pria yang mengajakku berkenalan kemarin di tempat kami saling pandang sekarang.
“Hai Ron, buat apa bunga lily ini?”
“Kenapa kau heran? Kau tidak suka? Aku ingin menjadi sahabatmu, Ly.” terukir senyum manis diujung bibirnya yang tipis itu. “Aku pikir kamu suka bunga lily karna namamu Lily.” matanya berputar dan memandangi bouquet lily itu. 
Aku bingung dan terpaku sesaat, “Ummm… aku suka lily, aku hanya… ya kenapa kamu memberikannya padaku?”
“Persahabatan. Aku ingin jadi sahabatmu.” dengan antusias, senyumnya semakin melebar. Ya aku baru mengingatnya, bunga lily juga bisa melambangkan persahabatan.
“Oh ya, tentu. Terima kasih. Silahkan duduk, Ron.” aku yang masih bingung, meraih bouquet lily itu berusaha membuat keadaan nyaman dan membalas senyumnya dengan senyuman yang dibuat-buat.
   Lalu Ron membuat perbincangan kami menjadi hangat, dan tawa kami pun sudah tidak malu-malu seperti kemarin. Berjam-jam juga kami sudah bisa memahami karakter masing-masing. Dan ketika malam semakin larut, aku merasa ini baru saja dimulai. Lalu kita berpisah.
-ooo-
   Senyum-senyum kecilku tidak malu tersungging di bibir saat memandang bouquet lily yang sedang aku pegang erat. Ron itu… unik! Aku pikir, aku tertarik, mungkin. Dan aku tersadar, selama perbincangan tadi aku dan Ron tidak bertukar nomor telepon. Wish sebelum tidur pun, ‘semoga besok Ron mendatangiku lagi. Amin.’
   Terbangun dengan ucapan selamat pagi dari bouquet lily yang diberikan Ron kemarin, dan pagi itu terasa baru lagi. Berlari aku ke kamar mandi dan bergegas untuk mempercantik diri. Rasa ini semakin memuncak tidak sabaran ingin bertemu Ron. Merasa semuanya siap, dengan penuh semangat aku pergi menuju café kemarin.
-ooo-
   Hari ini, konsentrasi berpusat pada Ron. Merasa gelisah dan hati semerawut, ‘Apa aku mulai menyukainya? Apa ini jatuh cinta?’ well, aku bukan orang yang terlalu peduli cinta tapi berkat Ron aku merasa senang ada yang bisa mengerti diriku. Pandanganku berputar, looking for someone, but no one out there. Ya ini masih pukul 10 pagi, terlalu pagi untuk mampir ke café.
“Hei Nona Lily, pagi sekali.” Seorang pelayan mengagetkan diriku yang termangu malu.
“Hahahaha iya, aku sedang bersemangat pagi ini.” Salah tingkah pun membuatku semakin malu.
“Ly…” suara itu… “Hai Ly, aku sengaja kesini agak pagian dari kemarin ternyata kamu jauh lebih pagi hahaha” dengan terengah-engah Ron berusaha mengatur nafasnya.
“Eh ya, Ron. Apa yang kamu lakukan pagi ini kesini?” suaraku mungkin terdengar sangat bersemangat, aku berusaha menyembunyikan rona pipiku yang memerah karna melihatnya lagi hari ini.
“Menemuimu.” Senyum itu… kurasa benar aku menyukainya. “Aku tidak tau kapan kamu biasanya datang kesini, makanya aku sengaja datang pagi-pagi sekali dan ingin tau hehehe. Ternyata kamu umm kamu terlihat berbeda pagi ini. Kau berdandan?”
   Dan dengan sekejap saja semua buyar. Aku bisu seketika, salah tingkah ikut menerjang. Apa yang dapat aku katakan bila kenyataannya Ron sudah memergokiku berpenampilan beda hari ini? Oh Tuhan… 
“Oh ya? Mungkin kau baru sadar Ron, atau mungkin ketika siang make-up-ku sudah luntur hahahaha” aku merasa jadi orang paling bodoh yang ada saat itu. Dan Ron hanya berusaha memahaminya.
“Mungkin… ah yasudah kalau begitu, aku diundang temanku untuk acaranya hari ini. Maaf aku tidak bisa menemanimu Ly, ini kartu namaku dan jangan lupa untuk menghubungiku.” Lagi dan lagi senyuman itu terukir indah di bibirnya yang tipis. Aku hanya mengangguk tanda paham. “Senang melihatmu pagi ini. Bye Ly, see you”
“See you, Ron.”